saya punya keluhan hidung sering banget mampet, baik siang atau malam hari.. nah semakin parah ketika ane pilek atau alergi kumat..
tetapi semenjak pertengahan agustus kondisi aneh sudah jauh membaik, dan dengan kondisi dimana hidung sudah dapat bernafas dengan lancar,
aktivitas dan keseharian ane pun jadi berubah, jadi lebih bermakna dan berwarna *ciiieeeee
dan karena saya sering ketemu saudara, family maupun teman-teman lain yang juga punya kondisi yang sama (hidung mampet),
saya merasa harus sharing agar teman-teman semua jadi lebih tergerakkan untuk lebih peduli dan mengutamakan kesehatan.
sy flashback dulu ya ke belakang mengenai history hidung mampet yang sudah saya rasakan sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (sekitar tahun 1996).
setiap malam saya susah tidur, tidur tidak nyenyak dikarenakan hidung mampet, tidak bisa bernafas dengan lega.
bangun tidur pun dengan kondisi yang masih ngantuk dan banyak ingus.
semenjak kecil sekitar umur 5 tahun (thn 1992) saya sering sakit (batuk & pilek), istilahnya langganan ke dokter. ya dirata-ratakan 1 bulan sekali ada ke dokter,
baik ke dokter umum yang praktek dekat rumah, dokter spesialis anak, sampai dokter di rumah sakit. dulu masih jamannya rumah sakit graha medika (kini Siloam Kebon Jeruk).
terakhir ketemu dokter yg lumayan cocok dan beliau bilang memang ketika kecil antibodi saya lemah jadi sering sakit, tetapi pelan-pelan antibodi saya akan membaik dan tidak mudah sakit lagi.
ketika masuk SMP memang kondisi saya sudah jauh membaik, tidak mudah sakit pilek & batuk lagi. tetapi yang hidung mampet ya masih seperti itu aja.
tiap malam mampet, tidur miring agar hidung sebelah mampet dan sebelah lagi bisa bernafas dengan lega. tiap malam saya jalani seperti itu.
ada artikel di majalah yg memberitahukan agar anak dengan alergi lebih dijaga kebersihannya, ok saya jadi sering bersihin selimut dan bantal guling saya.
cara membersihkannya adalah dengan dijemur dan digebuk (maklum masih kapuk semua).. setiap kali saya gebuk itu pasti saya semakin alergi, mata berair, tenggorokan gatal, bangkis..
disaat itu saya masih tidak mengerti dengan jelas kenapa saya mengalami simptom diatas, padahal 2 kakak saya dan orang tua tidak mengalami simptom yg sama dengan saya ketika berurusan dengan debu..
ok dikarenakan saya komit untuk tetap membersihkannya, jadi setiap ada acara yang akan berhubungan dengan debu saya harus memakai sapu tangan / masker.
dengan cara ini simptom tersebut berkurang cukup drastis. tetapi tidak sampai hilang.
akhirnya ada ketemu family yang memberitahukan bantal guling dengan isi kapuk memang cenderung memicu alergi debu, disarankan untuk diganti dengan yg busa saja.
yah kondisi ekonomi yang membuat eksekusi rencana tersebut tidak langsung dilakukan.
ya sekitar 1-2 tahun (sekitar SMA) kemudian udah ganti bantal guling dengan yg busa simptom semakin berkurang, tidak setiap hari bangkis dan mampet ketika tidur.
kondisi tidur dengan hidung mampet dikarenakan sering terjadi saya jadinya pun sudah cuek saja, toh saya juga tidak pernah survei ke teman-teman apakah mereka tidur dengan hidung mampet ?
dan bisa dikatakan saya sudah lupa dengan rasa bernafas dengan hidung yang lega. dari SMP sampai kuliah orang tua tidak pernah cek ke Dokter THT, spesialis atau dokter manapun dikarenakan mereka berpikir saya dari kecil sering pilek jadi kalao dingin pilek itu sudah biasa. semua dikarenakan fisik yang tidak tahan dingin.
di bangku kuliah saya bertemu teman yang senasib, sering mampet juga dan doi berencana untuk cek ke dokter. ok saya ikut saja deh untuk ketemu dokter.
hasil dr ketemu dokter itu :
1. diagnosa ada konka yang besar dan menghalangi jalan nafas
2. tulang hidung yang bengkok juga membuat jalan nafas tidak lega
saya juga disuruh rontgen hidung untuk memastikan saya tidak sinusitis. dan memang hasilnya saya tidak sinusitis.
dari hasil pemeriksaan dengan spesialis THT itu disarankan untuk melakukan operasi, tetapi dikarenakan masalah biaya saya skip dulu de.. kalau tidak salah ingat sekitar belasan juta di tahun 2008.
cara operasinya itu dibakar daging lebihnya kemudian tulang yang bengkok perlu dipotong. prosesnya memerlukan rawat inap 3 hari dan selama rawat inap bernafasnya lewat mulut..
setelah dari konsultasi dengan spesialis THT saya melanjutkan hidup dengan kondisi yang sama, terkadang malam susah tidur karena hidung mampet, alergi saya sering kumat jika sedang ada yang beresin rumah ,
jika travelling dan mendapati hotel yang kurang bersih juga susah tidur karena alergi kumat. bangun pagi sering mengeluarkan dahak kental kuning.
Setelah kerja (sekitar tahun 2010) saya coba konsultasikan dengan Spesialis THT lagi toh kan ada budget medical, waktu itu yang pertama konsultasi di Siloam Kebon Jeruk,
kemudian yang kedua ini di RS Husada. hasil pemeriksaan dokter sama aja disuruh operasi karena tulang hidung yg bengkok dan konka yang besar. kali ini pun saya belum mengambil tindakan operasi karena masalah biaya.
kemudian di masa pacaran (sekitar tahun 2013), waktu itu masih calon mertua menginfokan bahwa adiknya (aunty saya sekarang) kemarin sempat sinusitis / polip dan di dokter umum ini kasih obat untuk diminum 2 minggu, setelah itu langsung sembuh.
saya disuruh coba untuk ketemu dokter ini, walau ini cuma dokter umum dan estetika (ada jualan obat untuk kulit wajah juga) tapi beliau memang bukan tipe yang menyelesaikan masalah dengan cara-cara operasi..
dokter ini lokasinya di jelambar. pertama kali ketemu saya disuruh test alergi di biomedika, kebetulan saya sedang dinas di cempaka putih jadi saya pilih bio medika yang kelapa gading.
beliau pilihkan satu panel saja yang saya perlu test yaitu panel alergi hirup kemudian saya dibuatkan resep untuk menekan reaksi alergi dan biar tidurnya nyenyak, juga dikasih obat semprot nasonex 2x semprot @ 2x ditiap lubang hidung.
beliau juga suruh saya selalu pake masker kalau memang kondisi rumah berdebu.
beliau juga saranin untuk beli vacuum cleaner merk Rainbow karena ini vacuum yang sangat bagus, direkomendasikan untuk orang yang alergi.
saya baca-baca memang bagus ya, dan metodenya adalah menggunakan air untuk menangkap debu bukan dengan filter gitu, kalau filter rentan terbang-terbang lagi debunya..
lagi-lagi karena kondisi ekonomi yang menghalangi saya untuk membeli vacuum rainbow ini, harganya belasan juta mbooo..
pertemuan kedua dengan dokter itu saya diinfokan bahwa saya alergi terhadap kecoa level 1 (paling rendah) dan tungau level 3 (menengah). nah terjawab deh kenapa kalau saya lagi beresin rumah bangkis dan pileknya parah banget,
padahal kalau dijalanan ga masalah, kan tahu sendiri debu di Jakarta parah banget. saya diinfokan juga bahwa alergi yang menyebabkan hidung mampet memiliki efek samping yaitu lendir dari hidung jadinya turun lagi ke tenggorokan saya jadi teringat kenapa setiap pagi saya sering mendapati dahak yang kuning padahal tidak flu.
saya masih diberikan obat minum di malam hari dan semprotan nasonex, tetapi dosisnya sudah dikurangi. yaitu 2x sehari tiap lubang 1x semprotan saja. untuk masker tetap disuruh gunakan terus-terusan.
dengan cara ini memang hidung saya jadi jarang mampet, nafas jauh lebih lega. tetapi cara ini tidak dapat menyembuhkan permanen. jadi saya harus selalu pake masker semprot nasonex.
saya ketemu dokter ini hanya sampai pertemuan ke empat karena saya kurang setuju jika saya jadinya harus ketergantungan dengan nasonex. terus saya baca-baca juga kalau alergi itu tidak dapat disembuhkan.
memang gaya hidup orang yang alergi harus diubah, harus menghindari faktor yang memicu reaksi alergi (alergen). ya percuma donk saya uda beli obat dan nasonex juga kalau saya ga bisa sembuh (itu pikir saya).
saya stop obat dokter, dan kembali lagi ke kondisi dulu, terkadang malam saya mampet dan bangun dengan kondisi kepala migrain.
di tahun 2014 saya menikah dan mendapati istri yang sangat bersih.
pada masa itu frekuensi alergi kumat turun drastis, tetapi bangun pagi masih mendapati dahak yang kuning.
pada masa setelah menikah kondisi rumah memang jadi sangat minim debu, terus saya juga pakai kasur dan bed cover yang baru. kasur yang lama memang sudah sangat berdebu dan sulit dibersihkan,
jadi walaupun sering ganti sprei saya tetap sering kumat alerginya..
bersambung ke http://cumibulat.blogspot.com/2016/10/operasi-fess-turbinectomy.html...
Sunday, October 30, 2016
hidung mampet setiap malam, alergi debu, susah tidur
3:46 AM
No comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment